Kementerian PU Kerahkan Bantuan Tanggap Darurat Sinabung
Pada hari Selasa 8 Januari 2014 Gunung Sinabung mengalami erupsi setinggi 200-1500 meter, masyarakat yang berada dalam radius 5-7 km di sisi Tenggara jalur awan panas diungsikan, saat ini status Gunung Sinabung yang terletak di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara adalah AWAS (Level IV).
Pola penanganan tanggap darurat dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Karo. Pelaksanaan di lapangan ditangani oleh unsur TNI dan Polri, Pemda/Muspida Kabupaten karo.
“Sedangkan peranan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) adalah mendukung dan memfasilitasi yang bersifat pendampingan dalam upaya penanganan tanggap darurat yang dilakukan BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo,” tutur Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Danis H. Sumadilaga (13/1) di Jakarta.
Pengerahan barang/peralatan ke Cipta Karya-an, kata Danis, dilakukan dari Depo Tanjung Morawa, Medan, sedangkan penyebaran dan pemasangannya dikoordinasikan dengan Dinas PU Kab. Karo yang didukung oleh Satuan Kerja provinsi di lingkungan Ditjen Cipta Karya dan satgas tanggap darurat Ditjen Cipta Karya, baik yang berasal dari Sumatera Utara maupun dari Pusat.
Danis mengungkapkan, stok barang/peralatan yang tersedia di Depo Tanjung Morawa, Medan adalah 5 unit Mobil Tangki Air (MTA); 30 unit Hidran Umum (HU); 20 unit WC Knock Down dan 1 unit Dump Truck.
Sedangkan barang/peralatan yang ada di Kantor dinas PU Kab. Karo adalah, 5 unit MTA; 60 unit HU, 60 Unit WC Knock Down; 12 Unit tenda Hunian Darurat (THD); 1 Unit Mobil Tinja; 100 Buah Jerigen dan 1 unit Dump Truck.
“Sebelumnya telah beroperasi dan dimanfaatkan di lokasi pengungsian yaitu 10 unit MTA, 1 unit Dump Truck,75 unit Hidran Umum, 45 pintu WC Knock Down, 6 unit Tenda Hunian Darurat dan telah dibangun terminal air (pipa curah) di kantor Dinas PU Kabupaten Karo, untuk memudahkan jarak tempuh pengisian air bersih ke Mobil Tangki Air (MTA),”tutur Danis.
Danis menambahkan, pada tanggal 8 Januari 2014, dimobilisasi kembali 1 unit MTA, 10 unit HU, dan 1 Unit truk Tinja dari Depo Tanjung Morawa, Medan ke lokasi pengungsi di Kabupaten Karo. Selain itu juga, satgas darurat Ditjen Cipta Karya telah melakukan pemasangan 6 unit HU dan 2 unit WC Knock Down (masing-masing 2 pintu, di lokasi pengungsi Pos Lau Kumba, Desa Lau Gumba Berastagi.
“Mengingat jarak tempuh lokasi pengungsi yang baru di Kota Berastagi, pada saat ini kebutuhan air bersih ditangani oleh PDAM Berastagi, dan sedang dilakukan upaya koordinasi dengan Dinas PU Daerah agar dapat mengatasi kekurangan air bersih yang terjadi di tempat pengungsian yang baru di Berastagi,”tutur Danis. (nrm)
Pusat Komunikasi Publik
130114

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !