Pembangunan Underpass Katamso Dimulai Oktober 2016
| 397 Views
"Kalau pembebasan lahan ini selesai, pembangunan Underpass Katamso bisa berjalan"
Medan, 30/8 (Antara) - Pembangunan "Underpass" Jalan Katamso, Titi Kuning, Medan, direncanakan mulai dilaksanakn Oktober 2016 yang nantinya diharapkan dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di daerah itu.
"Pembangunan underpass itu akan diikuti dengan perbaikan simpang Jalan Karya Jaya dan pembetonan Jalan Sisingamangaraja Medan mulai Simpang Marindal sampai batas kota," kata Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution usai rapat Perencanaan Teknik Pembangunan Underpass Katamso di Balai Kota Medan, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya berharap pembangunan underpass tersebut dapat secepatnya direalisasikan, mengingat kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di daerah itu akibat semakin banyaknya volume kendaraan.
"Kalau pembangunan secepatnya dilakukan tentunya dapat mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Untuk itu, dalam rapat ini, kita bahas apa yang menjadi kendala dan solusi mengatasinya sehingga pembangunannya terealisasi secepatnya," katanya.
Kabid Pembangunan Jalan dan Pengujian Balai Jalan Nasional II Sumut Jhon Damanik mengatakan, pihaknya pada Rabu (31/8) akan menggelar opini hukum di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan menteri.
Diperkirakan proses itu akan memakan waktu seminggu, sehingga akhir September bisa dilakukan kontrak dan pembangunan dapat dimulai pada Oktober 2016.
Hanya saja ada kendala yang ditemui pada saat pembangunan Underpass Katamso dimulai nantinya, yakni adanya 27 persil lahan, termasuk bangunan yang belum terbebas dari ganti rugi.
Dari 27 persil itu, ada tiga lokasi lahan milik PT PLN, madrasah, dan seorang warga yang benar-benar menghalangi pembangunan nantinya.
"Kalau pembebasan lahan ini selesai, pembangunan Underpass Katamso bisa berjalan. Untuk itu kami berharap agar Pemkot Medan dapat membantu dalam proses pembebasan lahan," katanya.
"Pembangunan underpass itu akan diikuti dengan perbaikan simpang Jalan Karya Jaya dan pembetonan Jalan Sisingamangaraja Medan mulai Simpang Marindal sampai batas kota," kata Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution usai rapat Perencanaan Teknik Pembangunan Underpass Katamso di Balai Kota Medan, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya berharap pembangunan underpass tersebut dapat secepatnya direalisasikan, mengingat kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di daerah itu akibat semakin banyaknya volume kendaraan.
"Kalau pembangunan secepatnya dilakukan tentunya dapat mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Untuk itu, dalam rapat ini, kita bahas apa yang menjadi kendala dan solusi mengatasinya sehingga pembangunannya terealisasi secepatnya," katanya.
Kabid Pembangunan Jalan dan Pengujian Balai Jalan Nasional II Sumut Jhon Damanik mengatakan, pihaknya pada Rabu (31/8) akan menggelar opini hukum di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan menteri.
Diperkirakan proses itu akan memakan waktu seminggu, sehingga akhir September bisa dilakukan kontrak dan pembangunan dapat dimulai pada Oktober 2016.
Hanya saja ada kendala yang ditemui pada saat pembangunan Underpass Katamso dimulai nantinya, yakni adanya 27 persil lahan, termasuk bangunan yang belum terbebas dari ganti rugi.
Dari 27 persil itu, ada tiga lokasi lahan milik PT PLN, madrasah, dan seorang warga yang benar-benar menghalangi pembangunan nantinya.
"Kalau pembebasan lahan ini selesai, pembangunan Underpass Katamso bisa berjalan. Untuk itu kami berharap agar Pemkot Medan dapat membantu dalam proses pembebasan lahan," katanya.
Editor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARASUMUT 2016

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !