Tol Tanjung Priok Sudah Setengah Jadi - PPK JEMBATAN TANO PONGGOL
Headlines News :
Home » » Tol Tanjung Priok Sudah Setengah Jadi

Tol Tanjung Priok Sudah Setengah Jadi

Written By Karyawanta on Rabu, 06 November 2013 | 10.10

Tol Tanjung Priok Sudah Setengah Jadi

Sejumlah pekerja mengerjakan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan saat ini pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok sudah terselesaikan 50 persen. "Separuh kondisi fisik pembangunan sudah terselesaikan," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi, dalam jumpa pers pada Kamis, 3 Oktober 2013.

Proyek pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok ini mendapatkan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp 4 triliun. Dari nilai investasi Rp 4 triliun itu, dana yang sudah digunakan sebanyak Rp 3 triliun. Pembangunan jalan tol sepanjang 12 kilometer ini diperkirakan akan terselesaikan secara keseluruhan pada awal 2015.

Bambang menjelaskan, saat ini di Seksi E1 ruas Rorotan-Cilincing, konstruksinya telah terselesaikan 100 persen. Untuk sementara waktu, ruas ini bisa digunakan tanpa tarif. Adapun di Seksi E2, yaitu Cilincing-Jampea, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 42 persen per 22 September 2013.

Kemajuan konstruksi di Seksi E2A Jampea-Simpang Jampea mencapai 36,39 per 24 September 2013. Sementara di Seksi NS Link, yakni ruas Simpang Jampea-Yos Sudarso, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 76,52 persen per 21 Agustus 2013.

Bambang melanjutkan, Seksi NS Direct Ramp, yaitu sambungan dari Simpang Jampea ke tol Pluit, sedang menunggu penetapan pemenang lelang oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Opini Hukum atas kontrak yang akan ditandatangani.

APRILIANI GITA FITRIA
Share this article :

1 komentar :

  1. Proyek proyek JICA harus di awasi oleh KPK juga seperti proyek akses
    tol Tanjung Priok yg sedang berjalan. Penggunaan dana dibengkak kan
    untuk hal yang tidak perlu seperti pemasangan sensor di Jalan, yang
    sebelumnya tidak pernah direncanakan tetapi sekarang di ada-adakan
    kepentingannya, dan barang yg digunakan adalah barang dan konsultan
    jepang dgn harga yg tidak kompetitif.

    Pinjaman lunak JICA, ternyata bukan pinjaman lunak. Karena JICA sering
    kali hanya menyetujui penggunaan produk/konsultan Jepang yang harganya
    dilambungkan tinggi, sehingga JICA memperoleh keuntungan dari
    persentase bunga pinjaman yg kelihatannya sedikit,ditambah lagi dari
    keuntungan penggunaan barang dan konsultan Jepang yang mahal, ini
    adalah cara JICA untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut ke jepang.

    Mohon pemerintah mengawasi penggunaan Anggaran dari JICA tersebut,
    karena itu hutang negara dan dibayar oleh rakyat Indonesia.

    BalasHapus

Post-Title 1

Description / Caption 1

Post-Title 2

Description / Caption 2

Post-Title 3

Description / Caption 3

Post-Title 4

Description / Caption 4

Post-Title 5

Description / Caption 5