Kamis, 03 Oktober 2013 | 18:43 WIB
Tol Tanjung Priok Sudah Setengah Jadi
![]() |
| Sejumlah pekerja mengerjakan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto |
TEMPO.CO, Jakarta -
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan saat ini pembangunan jalan tol
akses Tanjung Priok sudah terselesaikan 50 persen. "Separuh kondisi
fisik pembangunan sudah terselesaikan," kata Direktur Jenderal Bina
Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi, dalam jumpa pers pada
Kamis, 3 Oktober 2013.
Proyek pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok ini mendapatkan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp 4 triliun. Dari nilai investasi Rp 4 triliun itu, dana yang sudah digunakan sebanyak Rp 3 triliun. Pembangunan jalan tol sepanjang 12 kilometer ini diperkirakan akan terselesaikan secara keseluruhan pada awal 2015.
Bambang menjelaskan, saat ini di Seksi E1 ruas Rorotan-Cilincing, konstruksinya telah terselesaikan 100 persen. Untuk sementara waktu, ruas ini bisa digunakan tanpa tarif. Adapun di Seksi E2, yaitu Cilincing-Jampea, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 42 persen per 22 September 2013.
Kemajuan konstruksi di Seksi E2A Jampea-Simpang Jampea mencapai 36,39 per 24 September 2013. Sementara di Seksi NS Link, yakni ruas Simpang Jampea-Yos Sudarso, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 76,52 persen per 21 Agustus 2013.
Bambang melanjutkan, Seksi NS Direct Ramp, yaitu sambungan dari Simpang Jampea ke tol Pluit, sedang menunggu penetapan pemenang lelang oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Opini Hukum atas kontrak yang akan ditandatangani.
APRILIANI GITA FITRIA
Proyek pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok ini mendapatkan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp 4 triliun. Dari nilai investasi Rp 4 triliun itu, dana yang sudah digunakan sebanyak Rp 3 triliun. Pembangunan jalan tol sepanjang 12 kilometer ini diperkirakan akan terselesaikan secara keseluruhan pada awal 2015.
Bambang menjelaskan, saat ini di Seksi E1 ruas Rorotan-Cilincing, konstruksinya telah terselesaikan 100 persen. Untuk sementara waktu, ruas ini bisa digunakan tanpa tarif. Adapun di Seksi E2, yaitu Cilincing-Jampea, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 42 persen per 22 September 2013.
Kemajuan konstruksi di Seksi E2A Jampea-Simpang Jampea mencapai 36,39 per 24 September 2013. Sementara di Seksi NS Link, yakni ruas Simpang Jampea-Yos Sudarso, kemajuan konstruksi fisik telah mencapai 76,52 persen per 21 Agustus 2013.
Bambang melanjutkan, Seksi NS Direct Ramp, yaitu sambungan dari Simpang Jampea ke tol Pluit, sedang menunggu penetapan pemenang lelang oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Opini Hukum atas kontrak yang akan ditandatangani.
APRILIANI GITA FITRIA


Proyek proyek JICA harus di awasi oleh KPK juga seperti proyek akses
BalasHapustol Tanjung Priok yg sedang berjalan. Penggunaan dana dibengkak kan
untuk hal yang tidak perlu seperti pemasangan sensor di Jalan, yang
sebelumnya tidak pernah direncanakan tetapi sekarang di ada-adakan
kepentingannya, dan barang yg digunakan adalah barang dan konsultan
jepang dgn harga yg tidak kompetitif.
Pinjaman lunak JICA, ternyata bukan pinjaman lunak. Karena JICA sering
kali hanya menyetujui penggunaan produk/konsultan Jepang yang harganya
dilambungkan tinggi, sehingga JICA memperoleh keuntungan dari
persentase bunga pinjaman yg kelihatannya sedikit,ditambah lagi dari
keuntungan penggunaan barang dan konsultan Jepang yang mahal, ini
adalah cara JICA untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut ke jepang.
Mohon pemerintah mengawasi penggunaan Anggaran dari JICA tersebut,
karena itu hutang negara dan dibayar oleh rakyat Indonesia.