Dirjen Bina Marga Kunjungi Gudang Arsip Citeurep
Written by Angelia Ayu Widya- Category: Berita Utama
- Published: 06 November 2016
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mendatangi Gudang Arsip Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga di Citeurep, Jawa Barat pada Minggu (6/11). Dalam kunjungannya tersebut, Arie ingin mendapatkan informasi mengenai tata kelola dan penyimpanan arsip Ditjen Bina Marga.
“Yang kita miliki dalam keadaan aman, saya melihatnya semua arsip sudah tertata dengan rapi dan baik, tingkat keamaannya juga sudah baik karena menggunakan safety box, dan tata kelolanya pun sudah cukup baik,” sebutnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Ditjen Bina Marga, Bambang Sudiatmo. Arie menghimbau agar seluruh arsip yang ada di kantor pusat dapat segera dirapihkan dan disimpan di gedung arsip yang ada, agar keamanan dari arsip tetap terjaga dengan baik. Dalam melakukan pengarsipan dokumen, Ditjen Bina Marga juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Peninjauan pada hari Minggu tersebut, untuk menunjukan bahwa kerja Ditjen Bina Marga tidak hanya pada hari kerja, namun tetap siaga pada hari libur. Arie juga memerintahkan, seluruh peralatan jalan dan jembatan yang ada di Citeureup harus di distribusikan ke seluruh Balai di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Kepala Bagian Barang Milik Negara (Kabag BMN) Darwis Daraba yang menerima kunjungan Dirjen Bina Marga mengungkapkan, permintaan distribusi peralatan oleh pak Dirjen diharapkan dapat lebih optimal dalam penggunaan dan pemanfaatannya.
“Kita memiliki tiga alat seperti Oais, FWD untuk melihat kondisi jalan yang ada. Bapak Dirjen meminta ini disebar idealnya minimal satu pulau ada satu sehingga kondisi jalan bisa terpotret dan terprogram secara menyeluruh,” sambungnya.
Di Citeurep juga tersedia alat-alat untuk siaga darurat bencana seperti DRU (Disaster Relief Unit), Escavator, dan Drum truck yang harus di distribusikan ke Balai-balai, terutama balai baru yang belum memiliki alat-alat ini.
Dirjen Bina Marga juga sempat melihat Balai Diklat yang juga berada satu kompleks dengan Gudang Arsip. Arie mengharapkan Balai itu bisa menjadi tempat penelitian jembatan, sehingga dapat menghasilkan tenaga terampil yang dibutuhkan. Untuk mewujudkan hal tersebut Balai Diklat disarankan berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !