SELASA, 10 JUNI 2014 | 04:17 WIB
Rayu Risma, CMNP Tawarkan Konsep Tol Surabaya
Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto
Berita Terkait
Grafis Terkait
Foto Terkait
TEMPO.CO , Jakarta- Direktur Keuangan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana mendongkrak lalu lintas harian (LHR) di ruas tol Simpang Susun Waru, Surabaya - Bandara Juanda, Sidoarjo dengan menciptakan jaringan tol dalam kota Surabaya. Konsep yang ditawarkan CMNP serupa dengan konsep Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT).
Menurut Indrawan, CMNP sudah berbicara dengan PT Jasa Marga Tbk terkait usulan ini. "Dulu kami juga pernah bekerja sama dengan Jasa Marga dalam membangun JIUT. Kami akan usulkan konsep yang sama ke Surabaya," kata Indrawan kepada Tempo, Senin, 9 Juni 2014.
Indrawan merencanakan jaringan tol serupa yang memutari Kota Surabaya dan juga terintegrasi dengan tol dalam kota. "Jadi, dari Suramadu bisa langsung ke Tanjung Perak, dari Tanjung Perak bisa ke Waru," Indrawan menjelaskan rencananya.
Namun, sebelum rencana ini terwujud, CMNP harus bisa meyakinkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang telah lama menolak pembangunan tol dalam kota. "Memang masih banyak yang perlu didiskusikan," kata Indrawan.
Indra berharap dengan adanya sistem jaringan tol, LHR ruas Simpang Susun Waru - Bandara Juanda juga akan meningkat. LHR tol Simpang Susun Waru - Bandara Juanda mengalami penurunan sejak dibukanya Terminal 2 Bandara Juanda.
Sebelum dibuka, LHR tol tersebut berkisar 40 ribu - 42 ribu kendaraan per hari. Namun sejak beroperasinya Terminal 2 Bandara Juanda, LHR turun menjadi 36 ribu - 38 ribu kendaraan per hari.
Ruas tol Simpang Susun Waru - Bandara Juanda dioperasikan anak usaha CMNP, Citra Margatama Surabaya. (Baca pula: Jumat, Tarif Tol Waru Siodarjo Naik).
Menurut Indrawan, pendapatan CMS terus turun karena LHR yang berkurang. Sumbangan pendapatan CMS bagi CMNP hanya sebesar delapan persen. (Baca: Terminal 2 Juanda Dibuka, Lalu Lintas Tol Turun).
MOYANG KASIH DEWIMERDEKA
Menurut Indrawan, CMNP sudah berbicara dengan PT Jasa Marga Tbk terkait usulan ini. "Dulu kami juga pernah bekerja sama dengan Jasa Marga dalam membangun JIUT. Kami akan usulkan konsep yang sama ke Surabaya," kata Indrawan kepada Tempo, Senin, 9 Juni 2014.
Indrawan merencanakan jaringan tol serupa yang memutari Kota Surabaya dan juga terintegrasi dengan tol dalam kota. "Jadi, dari Suramadu bisa langsung ke Tanjung Perak, dari Tanjung Perak bisa ke Waru," Indrawan menjelaskan rencananya.
Namun, sebelum rencana ini terwujud, CMNP harus bisa meyakinkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang telah lama menolak pembangunan tol dalam kota. "Memang masih banyak yang perlu didiskusikan," kata Indrawan.
Indra berharap dengan adanya sistem jaringan tol, LHR ruas Simpang Susun Waru - Bandara Juanda juga akan meningkat. LHR tol Simpang Susun Waru - Bandara Juanda mengalami penurunan sejak dibukanya Terminal 2 Bandara Juanda.
Sebelum dibuka, LHR tol tersebut berkisar 40 ribu - 42 ribu kendaraan per hari. Namun sejak beroperasinya Terminal 2 Bandara Juanda, LHR turun menjadi 36 ribu - 38 ribu kendaraan per hari.
Ruas tol Simpang Susun Waru - Bandara Juanda dioperasikan anak usaha CMNP, Citra Margatama Surabaya. (Baca pula: Jumat, Tarif Tol Waru Siodarjo Naik).
Menurut Indrawan, pendapatan CMS terus turun karena LHR yang berkurang. Sumbangan pendapatan CMS bagi CMNP hanya sebesar delapan persen. (Baca: Terminal 2 Juanda Dibuka, Lalu Lintas Tol Turun).
MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !