Sabtu, 13 Juli 2013 | 08:14 WIB
Paving Jalan Ini Bisa Serap Polusi
![]() |
| Dua pekerja sedang memasang paving block trotoar di Jl. Raden Saleh, Jakarta (20/2). Ditargetkan pada akhir bulan febuari 2010 telah rampung pemasangan paving block tersebut. TEMPO/Aditia Noviansyah |
TEMPO.CO, Amsterdam
- Polusi udara selalu jadi masalah utama di perkotaan. Kendaraan yang
melintas di jalanan adalah salah satu sumber utamanya. Karena itu,
sejumlah ilmuwan dari Eindhoven University of Technology, Belanda,
membuat paving block (bata beton) untuk jalan dan trotoar yang mampu menyerap polusi udara. Paving ini diklaim mampu mengurangi polusi udara hingga 45 persen.
Seperti dirilis media pada Sabtu, 13 Juli 2013, teknologi ini tidak membutuhkan peralatan khusus yang dipasang pada jalan dan trotoar, selain materi paving yang telah disemprot lapisan titanium oksida. Bahan ini mampu menyerap dan menghilangkan polutan dari udara untuk kemudian mengubahnya menjadi zat tidak berbahaya.
Cara ini telah diuji coba pada sebuah blok jalan di Kota Hengelo, Belanda. Hasilnya, setelah dilakukan pengukuran selama satu tahun, tingkat nitrogen oksida yang mencemari udara di sekitar jalanan dan trotoar berkurang hingga 45 persen.
Nitrogen oksida (NOx) adalah sebutan umum untuk mono-nitrogen oksida NO dan NO2 (nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida). Itu adalah jenis gas beracun yang dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen saat proses pembakaran dalam mesin mobil atau kendaraan bermotor. Karena itu, tingkat polutan nitrogen oksida di kota besar yang padat kendaraan, seperti Jakarta, sangat tinggi. Gas ini juga yang berperan dalam terciptanya hujan asam serta ozon troposfer.
Penemuan yang dipublikasikan di Journal of Hazardous Materials ini diharapkan bisa menjadi salah satu terobosan baru dalam merancang kota masa depan yang lebih ramah lingkungan. Sayangnya, materi paving ini masih cukup mahal dibanding paving berbahan beton biasa.
AGUNG SEDAYU | SCIENCEDIRECT
Seperti dirilis media pada Sabtu, 13 Juli 2013, teknologi ini tidak membutuhkan peralatan khusus yang dipasang pada jalan dan trotoar, selain materi paving yang telah disemprot lapisan titanium oksida. Bahan ini mampu menyerap dan menghilangkan polutan dari udara untuk kemudian mengubahnya menjadi zat tidak berbahaya.
Cara ini telah diuji coba pada sebuah blok jalan di Kota Hengelo, Belanda. Hasilnya, setelah dilakukan pengukuran selama satu tahun, tingkat nitrogen oksida yang mencemari udara di sekitar jalanan dan trotoar berkurang hingga 45 persen.
Nitrogen oksida (NOx) adalah sebutan umum untuk mono-nitrogen oksida NO dan NO2 (nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida). Itu adalah jenis gas beracun yang dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen saat proses pembakaran dalam mesin mobil atau kendaraan bermotor. Karena itu, tingkat polutan nitrogen oksida di kota besar yang padat kendaraan, seperti Jakarta, sangat tinggi. Gas ini juga yang berperan dalam terciptanya hujan asam serta ozon troposfer.
Penemuan yang dipublikasikan di Journal of Hazardous Materials ini diharapkan bisa menjadi salah satu terobosan baru dalam merancang kota masa depan yang lebih ramah lingkungan. Sayangnya, materi paving ini masih cukup mahal dibanding paving berbahan beton biasa.
AGUNG SEDAYU | SCIENCEDIRECT


0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !