Jalan Rusak Diperbaiki, Kemacetan Tetap Terjadi - PPK JEMBATAN TANO PONGGOL
Headlines News :
Home » » Jalan Rusak Diperbaiki, Kemacetan Tetap Terjadi

Jalan Rusak Diperbaiki, Kemacetan Tetap Terjadi

Written By Karyawanta on Sabtu, 16 November 2013 | 22.08

Jalan Rusak Diperbaiki, Kemacetan Tetap Terjadi


MEDAN, KOMPAS.com - Kemacetan lalu lintas di jalan Medan-Berastagi, Kabupaten Karo hingga kini masih sering terjadi meski Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara telah memperbaiki sejumah titik badan jalan yang rusak di ruas tersebut.
"Seluruh badan jalan yang berlubang di sepanjang jalan antara Medan hingga Berastagi memang sudah selesai ditambal, tetapi kemacetan masih sering terjadi," kata sopir bus angkutan umum Sutra, Hendrik Ginting di Medan, Selasa (30/8/2011).
Dia menilai, kondisi badan jalan yang relatif mulus antara Medan hingga kota turis Berastagi sekarang ini belum menjamin kendaraan bermotor yang melintas di jalur tersebut relatif terbebas dari macet.
Jalur Medan-Berastagi kerap macet, menurut dia, disebabkan luas badan jalan sudah tidak seimbang lagi dengan volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut, terutama pada hari libur.
Saat hari libur, kata dia, panjang antrean kendaraan yang terjebak macet bisa mencapai sekitar lima kilometer. Beberapa titik rawan macet di jalur Medan-Berastagi antara lain di sekitar Pasar Pancur Batu, jembatan dekat kawasan wisata Pemandian Alam Sembahe, di sejumlah tikungan tajam dekat pusat reservoir PDAM Tirtanadi dan kawasan Panatapan di Kecamatan Sibolangit.
Kemacetan lalu lintas sering membuat kewalahan para pengemudi mobil dan bus, karena kondisi ruas jalan relatif sempit dan berada pada posisi tanjakan.
Para pengemudi kendaraan yang terjebak macet di jalur antara Sembahe hingga Berastagi tidak jarang harus rela antre hingga empat jam, karena di sepanjang jalur itu belum ada jalur alternatif.
"Jika tidak hari libur, jumlah kendaraan yang melintas di jalan Medan-Berastagi hingga Kabanjahe (Kabupaten Karo) tergolong sedikit sehingga hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam," kata Hendrik.
Namun saat hari libur jalur Medan-Berastagi hampir dipastikan sering terjadi macet dan untuk perjalanan sepanjang 65 kilometer itu paling cepat bisa ditempuh sekitar tiga jam.
Dalam upaya meminimalisasi tingkat kemacetan lalu lintas Medan-Berastagi selama libur Lebaran 2011, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara mulai 27 Agustus hingga 1 September memberlakukan larangan bagi kendaraan truk melintas di jalur tersebut pada siang hari.
"Larangan melintas bagi truk diberlakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur Medan-Berastagi," kata Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Pehubungan Sumut, Thomas Andrian.
Jenis kendaraan truk yang terkena larangan yaitu mobil barang bermuatan 7,5 ton, truk peti kemas dan truk gandeng.
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Post-Title 1

Description / Caption 1

Post-Title 2

Description / Caption 2

Post-Title 3

Description / Caption 3

Post-Title 4

Description / Caption 4

Post-Title 5

Description / Caption 5