Jumat, 04 Okt 2013 08:32 WIB
Fly Over Simpang Pos Masih Terkendala Pembebasan Lahan |
| MedanBisnis - Medan. Pembangunan jembatan layang / fly over kawasan Simpang Posdi perempatan jalan Jalan Jamin Ginting, Jalan A H Nasution dan Jalan Ngumban Surbakti Medan telah mencapai 35%. Begitupun, proyek ini masih terkendala pembebasan dua persil lahan di sekitar lokasi proyek. |
|
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan
Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan, Wijaya Seta, kepada MedanBisnis,
Kamis kemarin melalui telepon. Wijaya Seta mengatakan, sejauh ini proses pembangunan fly over telah terealisasi hingga 35 %. "Sejauh ini proses pembangunan tidak menemui kendala teknis kecuali pembebasan dua persil lahan, satu di antaranya milik sekolah dasar yang ada di sekitar lokasi proyek. Persil itu semua sedang berproses dalam perundingan dengan yang berkompeten," jelas Wijaya Seta. Selain itu, kemacetan lalulintas yang semakin meningkat intensitasnya, menurut Wijaya menjadi kendala tersendiri. Dia menegaskan kalau perempatan di lokasi proyek memang merupakan lokasi rawan kemacetan di waktu tertentu seperti pagi dan sore hari. "Kemacetan arus lalulintas itu kita kan sudah tahu sama-sama tahu. Untuk itulah pembangunan fly over ini dilakukan," tuturnya. Banyaknya kerikil berserakan dan berdebunya kawasan di sekitar proyek sudah menganggu warga sekitar maupun pengguna jalan. Mengatasinya, menurut Wijaya, pihaknya telah melakukan pembetonan di beberapa sisi jalan yang tadinya memiliki hamparan tanah. Usaha itu diharapkan bisa mengurangi volume debu dan mengurangi segregasi kerikil dari jalan sekitar proyek yang terdampak pelaksanaan pekerjaan. "Namanya juga proyek pembangunan, pastinya saja banyak debu beterbangan di sekitarnya. Tapi itupun sudah kita lakukan pembetonan di beberapa sisi-sisi ruas jalan yang tadinya tanah supaya mengurangi banyaknya volume debu itu, mudah-mudahan proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu akhir 2014 sesuai rencana awalnya," tandas Wijaya. Pengamatan wartawan di sekitar lokasi pekerjaan, debu dan kerikil akibat ceceran material pekerjaan dan dampak pekerjaan masih sangat jelas terlihat. Sementara, perawatan atau penanganan daerah sekitar pekerjaan, semisal penyiraman maupun pembersihan, cenderung kurang sesuai. Sehingga debu, pasir dan kerikil selalu tampak berserakan dan bisa menganggu dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengguna sepeda motor. Fly Over Pinang Baris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan kemarin menyatakan, juga akan segera dibangun jembatan layang atau fly over di Pinang Baris-Kampung Lalang dalam waktu dekat. Dari komunikasi yang dilakukan Pemko Medan ke Kementerian PU Pusat, Pemko pun diminta untuk segera menyiapkan anggaran ganti rugi lahan di kawasan itu. "Fly Over di Pinang Baris memang sangat diperlukan. Juga di persimpangan Titi Kuning - Katamso. Sebab, paket program jalan layang itu satu paket dengan pembangunan fly over Jamin Ginting yang sedang berlangsung saat ini," kata Kepala Bappeda Kota Medan, Zulkarnain kepada wartawan, Kamis kemarin, di Kantor Walikota Medan. "Kita diminta menyediakan lahan. Artinya, jika lahan sudah tersedia, maka akan segera dirancang pembangunannya. Untuk itu, diperlukan ganti rugi pada lahan yang diperlukan. Karena lahan itu milik warga Medan. Kita akan segera menyusunnya, jika sudah ada ketetapan berapa persil dan luas lahan yang dibutuhkan dari Kementerian PU," ujarnya. Pihaknya juga, akan mendorong Kementerian PU di Sumut melalui Balai Wilayah Jalan dan Jembatan Sumut untuk mempercepat pembangunan jalan di Medan, karena kebutuhanya kian mendesak. Di antaranya, fly over Pinang Baris, saat ini akan diproses ganti rugi lahan pada fly over Pinang Baris. "Selain itu, kita juga sudah meminta agar dibangun fly over di Pondok Kelapa Helvetia dan kawasan Aksara. Itu juga kebutuhan yang mendesak dan diperlukan. Mengingat, semakin padatnya Kota Medan dan menjadi Kota Metropolitan," jelasnya. Selain itu, dia menegaskan Pemko Medan juga meminta pada Kementerian PU Pusat untuk segera menyelesaikan proyek lingkar luar (ring road) TR17 dan TR16 yang hingga saat ini tidak tuntas. Proyek lingkar luar ini terhenti di jalur dekat kawasan Helvetia, akibat masalah pembebasan lahan, padahal rencananya jalur ini merupakan jalur bebas hambatan dari Amplas hingga ke gerbang Tol Pancing atau gerbang Tol Haji Anif. "Kita harapkan TR17 dan TR16 ini segera dituntaskan karena jalannya berliku hingga saat ini. Kita berharap ini dapat dilakukan juga bersamaan dengan rencana pembangunan fly over Pinang Baris agar bersinergi dan sinkron," tegasnya. (cw 03/sulaiman /yuni) |
Fly Over Simpang Pos Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Written By Karyawanta on Senin, 04 November 2013 | 23.19
Label:
Fly Over

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !